Ming. Jan 19th, 2020

Sentrifugal Media

Menebar Makna, Menyemai Peradaban

Bendung Hoaks di Era Digital, LAPMI Cabang Bogor Gelar Pelatihan Jurnalistik

2 min read
suasana materi dasar-dasar jurnalistik oleh Imam  Solehudin (Redaktur Jawa Pos) dalam pelatihan dasar jurnalistik. 


BOGOR (Sentrifugal.com) – Pers yang berada dalam sektor arus informasi merupakan pilar demokrasi paling penting, baik sebagai checks and balances, maupun penyambung lidah rakyat. Pers harus tetap kembali pada khittahnya sebagai ‘press’ yaitu penekan berbagai pihak terhadap satu peristiwa yang disampaikan apa adanya, sebagai pengingat dan penekanan kepada pemerintah, dunia bisnis, maupun masyarakat agar bertindak sebagaimana harusnya berdasarkan etika dan moral kemanusiaan.

Demikian disampaikan Ketua Panitia, M.Kiagus Iqbal sebagai latar belakang Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Cabang Bogor menggelar Pelatihan Dasar Jurnalistik bertajuk “Era Milenial 4.0 : Menghadapi Pertarungan Narasi” Sabtu (17/11/18) di Bogor.

“Di era digital, kecerdasan dan moral menjadi sangat vital dalam mengelola informasi. Maka dari itu pelatihan ini diadakan sebagai bentuk keresahan terhadap gejolak di masyarakat akibat informasi bohong dan mengada-ada,” tutur Kiagus yang juga merupakan Direktur Bidang Pendidikan dan Pelatihan LAPMI Cabang Bogor.

Pelatihan ini, lanjut Kiagus, diharapkan mampu memberikan bekal dasar pengetahuan dan pemahaman jurnalistik yang baik dan beretetika sebagai modal awal dalam memilih informasi, terlebih negara kita telah memasuki tahun politik. DImana menurutnya, menjadi tantangan besar bagi masyarakat dalam mengelola informasi.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor, Joni Iskandar mengatakan pelatihan dasar jurnalistik yang diselenggarakan LAPMI Bogor adalah agenda penting dalam menghadapi dinamika kehidupan saat ini.

“Revolusi 4.0 ditandai dengan masifnya perputaran informasi. Orang dengan mudah berinteraksi tanpa sekat ruang dan waktu, namun kemudahan tersebut rupanya berbanding lurus dengan penyebaran hoaks. Kegiatan seperti ini menjadi pendorong masyarakat untuk lebih pintar mengelola informasi,” kata Joni.

Dalam pelatihan yang diikuti 36 mahasiswa dari berbagai universitas ini, menyajikan tiga materi tentang jurnalistik, diantaranya Dasar-dasar Jurnalistik, Teknik Penulisan Straight News and Feature, dan Media Sosial Analisis. Peserta diajakarkan pemahaman akan etika jurnalistik, seperti apa tulisan yang baik dan benar, baik bagi pembuat berita maupun pembaca berita.

Terlebih dalam pelatihan tersebut, peserta juga disuguhkan pemahaman tentang penggunaan media social dengan baik dan cara menganalisisnya. Mengingat 146 juta jiwa pengguna internet di Indonesia, 87 % diantaranya aktif menggunakan media social. Pengetahuan yang disajikan dalam pelatihan tersebut diharapkan bisa menjadi pisau analisa bagi para pembaca untuk menyaring informasi yang baik dan benar sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Turut hadir sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut diantaranya Imam Solehudin, Redaktur Jawa Pos dan Muhammad Yusuf, Radaktur Harian Metropolitan (Radar Bogor Group). (mgl)

17Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.